✨ Poin Utama
Surabaya menyajikan beragam masjid untuk ziarah dan wisata religi. Dari kemegahan Masjid Al Akbar hingga sejarah Masjid Sunan Ampel, setiap tempat punya cerita. Artikel ini mengulas 7 Tempat Wisata Religi Masjid di Surabaya:, termasuk Masjid Cheng Hoo dengan arsitektur unik dan Masjid Kemayoran yang syarat nilai historis. Sebuah panduan lengkap untuk pengalaman spiritual Anda.
Surabaya, kota pahlawan di Jawa Timur, tak hanya dikenal dengan sejarah perjuangannya, namun juga kekayaan warisan budaya dan agama. Bagi mereka yang mencari ketenangan batin atau mendalami jejak penyebaran Islam, Surabaya menawarkan banyak pilihan. Terutama, 7 Tempat Wisata Religi Masjid di Surabaya ini paling populer, masing-masing dengan kisah dan pesona arsitekturnya sendiri. Artikel ini akan memaparkan keistimewaan setiap tempat.
📑 Daftar Isi
- 1. Masjid Al Akbar Surabaya: Simbol Kemegahan Kota
- 2. Masjid Rahmat Kembang Kuning: Jejak Para Wali
- 3. Masjid Sunan Ampel Surabaya: Warisan Abadi Wali Songo
- 4. Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya: Harmoni Lintas Budaya
- 5. Masjid Kemayoran Surabaya: Simbol Toleransi Sejarah
- 6. Masjid Jami’ Peneleh Surabaya: Jejak Awal Kemerdekaan
- 7. Masjid Nashrullah: Keindahan Modern di Tengah Kota
7 Tempat Wisata Religi Masjid di Surabaya:
1. Masjid Al Akbar Surabaya: Simbol Kemegahan Kota
Masjid Al Akbar bukan hanya tempat ibadah. Ini adalah simbol arsitektur Islam modern yang megah di Surabaya. Kami sering menemukan pengunjung terpukau oleh ukuran dan desainnya yang menawan. Berlokasi di Jalan Masjid Al Akbar Timur No.1, Pagesangan, Jambangan, Kota Surabaya.
Masjid ini dikenal dengan kubah biru besarnya dan menara setinggi 99 meter yang bisa diakses untuk menikmati panorama kota. Arsitekturnya yang modern namun tetap mengadopsi elemen tradisional Islam menjadikannya salah satu tujuan favorit.
- Ruang shalat yang luas dan nyaman.
- Area parkir memadai.
- Tersedia lift menuju puncak menara pandang.
Mengunjungi Masjid Al Akbar memberikan pengalaman tersendiri. Ini bukan hanya tempat ibadah; ini adalah cerminan kemajuan dan spiritualitas kota. Berdasarkan pengalaman kami, waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari menjelang maghrib, saat langit senja menambah indahnya pemandangan.
2. Masjid Rahmat Kembang Kuning: Jejak Para Wali
Di Jalan Kembang Kuning, Surabaya, berdiri Masjid Rahmat Kembang Kuning. Masjid ini menyimpan cerita panjang tentang penyebaran Islam di Jawa, erat kaitannya dengan para wali. Arsitekturnya menggabungkan nuansa Timur Tengah dengan sentuhan lokal, menciptakan tampilan yang anggun.
Bangunan masjid didominasi marmer dan memiliki kubah tinggi, dihiasi ornamen serta ukiran yang halus. Kesan agung begitu terasa begitu Anda melangkah masuk.
Pusat Kegiatan Keagamaan
- Tempat tadarus dan pengajian rutin.
- Penyelenggara buka puasa bersama saat Ramadan.
- Ramai untuk shalat berjamaah.
Lokasinya di pusat kota memudahkan siapa saja untuk menjangkaunya. Tips praktis dari lapangan, sempatkan berinteraksi dengan jemaah setempat untuk mendengar cerita-cerita lokal yang tak tertulis. Ini akan memperkaya kunjungan Anda.
3. Masjid Sunan Ampel Surabaya: Warisan Abadi Wali Songo
Masjid Sunan Ampel Surabaya adalah salah satu monumen Islam tertua dan tersuci di Indonesia. Dibangun sekitar tahun 1421 oleh Sunan Ampel, ia adalah salah satu dari sembilan wali penyebar Islam di tanah Jawa. Makam Sunan Ampel sendiri terletak di sisi barat masjid, menjadikannya tujuan ziarah utama. Untuk memahami lebih jauh sejarah Sunan Ampel, Anda dapat melihat sumber terpercaya di Wikipedia. (Baca juga: Sewa Mobil Surabaya Lepas Kunci Adalah Pilihan Ideal untuk Perjalanan Jarak Jauh)
Arsitekturnya memadukan gaya Islam klasik dengan sentuhan budaya Jawa yang kuat. Ukiran kayu dan batu menjadi saksi bisu perjalanan waktu. Kami sering menemukan peziarah yang berdiam diri, meresapi spiritualitas tempat ini.
Atmosfer Spiritual
- Pusat ibadah shalat tarawih dan berjamaah selama Ramadan.
- Berbagai kajian dan pengajian Islam.
- Suasana khusyuk untuk introspeksi.
Ini adalah tempat yang sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin merasakan kedalaman sejarah Islam di Nusantara. Berdasarkan pengalaman kami, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk menghindari keramaian, memungkinkan Anda menikmati ketenangan.
4. Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya: Harmoni Lintas Budaya
Berbeda dari Masjid Al Akbar, Masjid Muhammad Cheng Hoo secara eksplisit merupakan wujud akulturasi budaya Tionghoa dan Islam. Masjid ini dibangun untuk mengenang Laksamana Muslim Tiongkok, Cheng Ho. Terletak di Jalan Gading No.2, Ketabang, Genteng, Surabaya, arsitekturnya langsung menarik perhatian.
Fasadnya menyerupai klenteng Tiongkok, dengan atap berjenjang, dominasi warna merah, kuning, dan hijau cerah. Dinding bata merah menambah kesan kokoh dan etnik. Kami sering menemukan wisatawan yang terpesona dengan detail ukiran naga dan ornamen khas Tiongkok yang berpadu serasi dengan kaligrafi Arab.
Ini adalah salah satu contoh terbaik bagaimana dua budaya dapat bersatu dalam satu bangunan suci. Tips praktis dari lapangan, abadikan momen di sini, karena desainnya sangat unik dan fotogenik.
5. Masjid Kemayoran Surabaya: Simbol Toleransi Sejarah
Masjid Kemayoran, atau yang juga dikenal dengan nama Masjid Jami’ Hidayatullah, berlokasi di Jalan Ahmad Jais, Peneleh, Surabaya. Memiliki sejarah panjang yang melekat erat dengan masa penjajahan Belanda. Konon, masjid ini adalah “kompensasi” dari pemerintah kolonial Belanda atas pembongkaran masjid lain di masa itu.
Arsitekturnya memadukan gaya kolonial dengan sentuhan Islam, menciptakan karakter yang berbeda dari masjid-masjid lain di kota ini. Pilar-pilar besar dan langit-langit tinggi memberi kesan luas.
Kami sering menemukan diskusi tentang cerita di balik pembangunan masjid ini, yang menjadikannya bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga saksi bisu sejarah toleransi.
6. Masjid Jami’ Peneleh Surabaya: Jejak Awal Kemerdekaan
Terletak di kawasan Peneleh, salah satu daerah tertua di Surabaya, Masjid Jami’ Peneleh membawa Anda kembali ke masa lalu. Masjid ini erat kaitannya dengan perjuangan kemerdekaan dan tokoh-tokoh pergerakan nasional.
Bangunan masjid memancarkan arsitektur kuno Jawa dengan sentuhan kolonial, terlihat dari material kayu tua dan ukiran tradisional yang masih terawat. Keberadaannya di tengah perkampungan padat memberikan nuansa yang otentik.
Berdasarkan pengalaman kami, area Peneleh itu sendiri kaya akan sejarah. Mengunjungi masjid ini bisa dipadukan dengan menjelajahi rumah H.O.S. Cokroaminoto atau makam keluarga Bung Karno. Ini memberikan konteks yang lebih dalam pada kunjungan Anda.
7. Masjid Nashrullah: Keindahan Modern di Tengah Kota
Terakhir dalam daftar ini, Masjid Nashrullah adalah contoh masjid modern yang memadukan desain kontemporer dengan fungsi spiritual. Berlokasi di Jalan Jemursari, masjid ini menawarkan suasana tenang dan nyaman bagi para jemaah.
Arsitekturnya yang minimalis namun elegan, dengan dominasi warna putih dan garis-garis tegas, menciptakan kesan bersih dan damai. Ini adalah salah satu masjid yang sering kami kunjungi untuk menunaikan ibadah saat berada di daerah Surabaya selatan.
Kenyamanan Beribadah
- Ruang shalat yang terang dan ber-AC.
- Area parkir luas.
- Fasilitas wudhu yang bersih.
Masjid ini cocok bagi mereka yang mencari tempat beribadah dengan fasilitas modern dan suasana yang menenangkan, jauh dari keramaian pusat kota.



